Friday, July 11, 2014

Lagu-lagu Korea yang (Bisa Jadi) Cocok buat Nge-galau - 2

Norak ya judulnya? Sebenarnya sih gue bukan berarti memberikan jalan buat orang-orang bertingkah galau. Cuma, istilah zaman sekarang kan lagi trend nya ya si galau itu. Jadi cuma sekedar pemberian istilah aja. Berhubung gue juga penikmat lagu jenis apapun dan tidak memihak pada satu artis manapun, asalkan lagunya enak untuk didengar sama gue sekalipun artisnya ga terkenal atau apalah, yaaa gue akan tetap menyukainya.

Cuma, dari sekian jenis lagu yang gue paling suka itu emang jenis-jenis yang agak slow. Dan memang sudah dari sananya kalau yang slow-slow itu hampir berkisah tentang kesedihan,

Dan ini 15 lagu Korea yang mungkin bisa cocok didengar kalau lagi menggalau. Dengerin sambil jalan di trotoar, atau pas lagi hujan memandangi air hujan yang ngerembes di jendela rumah, atau mungkin aja dipojokan kelas sambil diam-diam mewek.
Bwahaha.

Gue kasih list lagu yang menurut gue enak ya. Kalau ga, yaudah terserah. AHAHAHA.

1. TVXQ - How Can I


Gue juga salah satu penikmat lagu-lagu TVXQ, dan lagu How Can I ini salah satu lagu yang paling gue suka. Dua cowok kece (sekarang dua) ini sukses buat lagu ini makin terdengar kece. Meskipun yaaa, TVXQ mungkin lebih better nyanyi lagu-lagu nge-beat nya, tapi buat gue yang ini ga kalah buat didengar. Sebenarnya ini lagu juga lagi-lagi (maaf ya) soundtrack dari k-drama Athena, meskipun gue sendiri belum pernah nonton filmnya kayak apa. Inti lagunya sih, yaaa gak jauh-jauh lah yang nggak bisa lupain seseorang dan mau coba-coba-coba buat melupakan. Hihi.

2. Lee Hae Ri (Davichi) - The One That I Love


Lagi-lagi emang ya kalau mau nyari lagu-lagu yang "nyesek" itu bisa langsung liat dari judul, meskipun nggak selamanya juga sih. Tapi lagu ini sebenarnya nadanya manis, manis banget. Bahkan gue nggak nyangka kalau lagunya ternyata berarti "nyesek" kalau gue nggak nyari lirik + translate-an nya.

Oh iya, info aja nih, judul yang bener itu apa, gue sendiri kurang paham. Soalnya yang gue temuin itu judulnya The One That I Love, tapi kalau cari di google, bakalan nemuin judul yang beda kayak Dear My Loving Person, The Person I Love atau Beloved Person. Tapi cari aja ost. Posseidon.

Gue suka banget sama lagu ini. Pertama kali dengar lagu ini langsung gue putar ulang berkali-kali dan entah sampai saat ini belum pernah bosan mendengarnya.
Lee Hae Ri ini anggota dari Davichi dan lagu ini juga salah satu original soundtrack dari K-Drama Posseidon. Gue (lagi-lagi) belum pernah nonton K-Drama ini, tapi sudah punya lagunya. Inti lagunya? Ga jauh beda sama TVXQ yang How Can I. Haha. Silahkan dicari lagunya!

3. Soyu (SISTAR) - Saying I Love You


Kalau ini, (lagi-lagi) gue tau berkat film Playful Kiss sih. Dan pas ada lagu ini, iseng-iseng berhadiah gue coba cari lagu secara full nya. Ternyata dinyanyiin sama Soyu (Truly, gue suka banget sama suara semua anggota SISTAR, tapi ga suka nontonin mereka goyang), salah satu anggota dari SISTAR.

Lagunya manis *kue bolu kukus kali manisss*Lupakan* dan sederhana buat didengar di telinga. Intinya sih yaa, kurang lebihnya gini, cewek suka sama cowok yang terlihat tidak mau nanggapin si cewek *dingin lah kayak frezeer abang-abang es lilin* dan si cewek ini pengen *pengen banget apa pengen aja?* buat bilang kalau dia suka sama si cowok ini. Cuma ga berani dan pilihannya sok-sok mau berusaha ngelupain gitu deh. Tapi tetep aja ngotot supaya bisa ngaku.

Bagus banget lagunya. Recommended.

4. Bigbang - Blue


Yaaaa! Kali ini gue harus mengakui lagu Bigbang yang ini begitu amat sangat kece. Bigbang emang enak-enak sih lagunya, hanya saja lagu ini sangat enak didengar dan sampai saat ini pun belum pernah bosan mendengarnya. Mungkin model musiknya masih kurang meratap-ratap untuk ukuran ballad, tapi it's ok, i love to hear this song. Bahkan lirik dan artinya bisa membuat anda "menggila".

Tadinya sebelum tau artinya, ini lagu enak banget buat ajep-ajep goyangin kepala.Tapi pas tau artinya, jadi menyimak dalam diam. Haha.

Recommended sekali buat kalian.

5. Taeyeon (SNSD) - Missing You Like Crazy


Lagu ini memang oke. Dan memang kebetulan juga merupakan soundtrack dari K-Drama King 2 Heart. Gue dapat lagu ini dari kakak gue, sebelum menonton dramanya terlebih dahulu. Kebetulan aja gue temuin di flash disknya *HAHA* langsung gue copy tanpa jajal lagunya kayak apa terlebih dahulu. Ternyata emang lagunya enak didengar dan cukup bisa membuat anda berteriak "gembel lu yang nyiptain lagu" dalam hati,  kalau memang yang lagi sensi.

Apalagi kalau udah nonton k-drama King 2 Heart nya, ini lagu sering banget muncul, jadi kuping makin terbiasa.  Intinya sih sama lah, cewek yang suka sama cowok sok dingin minta dipanasin. Silahkan dicari lagunya. 

6. Kim Jong Kook - Letter


Yang kayak gini nih yang sempat meragukan. Jujur aja, gue tau ini artis yaa dari variety show Running Man, dengan tingkahnya yang "super" bener, paling kuat, paling cepet nalar, dan liat aja lah dari badannya. Tau sih kalau Kim Jong Kook sempat duo dulu, tapi nggak nyangka aja kalau suaranya ternyata enak juga buat didengar.

Salah satu lagu yang gue suka itu yang judulnya Letter. Udah lama juga ternyata dibuatnya, bahkan sebelum Kim Jong Kook punya mimpi main di Running Man kali *HAHA*. Awalnya suka karena MV nya model drama dan minta banget buat ditonton. 

Dari MV nya sih intinya dua orang (si Kim Jong Kook sama Park Shin Hye) sama-sama suka, tapi diem-dieman, terus saudaranya si Kim Jong Kook berencana buat nyomblangin mereka dengan ngasih cincin, surat yang ngakunya ditulis Kim Jong Kook buat Park Shin Hye. Niatnya sih supaya mereka ketemuan. Tapi karena Kim Jong Kook aja kagak tau surat-suratan apaan dan malah pas di jalan doi kena tawuran *jyaaahh bahasanya tawuran* sedangkan Park Shin Hye nungguin aja padahal lagi sakit. Dan (gak tau sih mati atau ga, tanya aja sutradaranya) Park Shin Hye nya jatuh karena sudah tak kuat lagi menahan sakit *Ini videonya yang lebai apa gue yang lebai?*

Pokoknya oke banget lagunya. Recommended juga!

7. Taeyang - Wedding Dress


Okeee, kali ini si kece Taeyang yang nyanyi lagu Wedding Dress. To the point aja, ini lagu kece abis. Gue rasa lagu ini emang nyesek banget. Sekilas sih dari judul kayaknya happy gitu ya? Tapi kalau dengar atau bahkan melihat MV nya cukup membuat yang ditinggal nikah sama orang yang disukain bakalan "nangis bombay shaka-laka-boom-boom".

8. Super Junior - Memories



Ah, yaaa.. Biasanya hanya karena beberapa personilnya aja gue suka denger lagu-lagu Super Junior. Seriously, gue ga begitu tertarik dengan artis-artis SM, termasuk si Suju ini. Karena gue nggak doyan-doyan amat sama mereka. Tapi waktu itu gue nemu lagu ini dari kakak gue, beneran enak *setidaknya menurut gue*.

9. Lee Sun He - Fox Rain


Aiiiihh.. Kalo ini gue suka banget lagunya. Meskipun kebanyakan kata-kata "dubidubidurafa" nya, tapi overall emang lagu ini enak banget. Lagunya sederhana dan kata-katanya gampang buat diinget kok. Buat gue sih yang sama sekali ga bisa bahasa korea selain saranghae, gumawo, kamshahamnida, ottoke, oppa, dan bahasa yang sering muncul di film-filmya doang, ini lagu kata-katanya lumayan gampang buat diapalin.

Lee Sun He ini sebenarnya lebih dibilang sebagai komposer sih ya. Tapi terlepas dari itu, lagunya emang recommended.

10. Park Shin Hye - Pitch Black (acoustic)


Kalau ini soundtrack dari drama korea Flower Boys Next Door yang dibintangi Park Shin Hye dan Yoon Si Yoon. Dinyanyiin sendiri sama Park Shin Hye. Gue suka yang akustiknya soalnya ada juga yang versi musik agak full music gitu (apaan sih bahasa gue?). Hmm,, mungkin karena disesuaikan sama adegan film dan suaranya Park Shin Hye yang kalo nyanyi itu terdengar menyedihkan kali ya? (maksud ngana?)

Pokoknya denger aja lah sendiri.

11. Lee Seung Gi - Return


Aiiiih,, Lee Seung Gi. Gue pertama tertarik sama lagu ini karena ada teaser MV nya disalah satu web dan ternyata sudah jadi peringkat pertama selama berapa minggu di Korea pada saat itu. Lagunya sederhana, sederhana banget karena nada nya diulang-ulang, tapi buat gue enak aja didengarnya. MV nya juga bagus kok, plus artinya nggak usah ditanya lagi.

Sok dicari wae lah.

12. Taeyang - Prayer



"Let me say uh oh
Neol hyanghae oechineun mam
Sarangiran du geuljaroneun neomu bujokhan
Let me say uh oh
Na anin nega nae ane sara sumshigo isseo"

Gue lupa sih tau lagu ini darimana. Kakak gue lagi deh kayaknya. Dia jauh lebih gaul tentang korea dibanding gue soalnya.
Kok sedih? Emang lagunya sedih ya?
Padahal musiknya yaaa tipe-tipe Taeyang lah. Nge-beat, nge-rap, tapi buat yang ini kedengarannya beda aja. Dan kalau liat translate-annya lumayan bikin "jleb".
:(


13. CNBLUE - Tears Drop In The Rain



Yeaaaayyy!! CNBLUE again! Ini sebenarnya lagu yang sama melodi dan musiknya dengan I Will Forget You nya mereka, cuma beda lirik aja. Maksud lagu nya sih yaaa setipe. Pengen berusaha ngelupain seseorang. Hanya aja penyampaiannya beda.

Buat gue, ini lagu yang sangat cerdas. Jarang ada musisi yang buat 2 lagu berbeda lirik tapi dengan konsep dan musik yang sama. Atau jangan-jangan gue yang ga tau aja? Haha. Lee Jong Hyun betul-betul cerdas!

14. Suzy - Don't Forget Me



Ini salah satu lagu dari ost. Gu Family Book. Musiknya manis dan suzy pun (buat gue) mampu membawakannya dengan manis. Lumayan tinggi banget lhoooo padahal nadanya. Kalau ini kurang lebih sih lagu nya justru bermaksud buat "plis, jangan lupain gue. Plis."

Hahaha.
Tapi bagus tuh buat yang lagi galau.

15. Sung Shi Kyung - Every Moment Of You



Dan yang iniiiiiii, last but not least, gue paling sukaaaa, dan emang lagi suka banget sama ini lagu. Lagi-lagi salah satu ost dari Drama Korea, baru-baru ini, My Love From Another Star. Sumpah, Kim Soo Hyun kece banget disini.

Baiklah, kembali ke lagu nya. Gue suka banget sama lagu ini, soalnya Sung Shi Kyung punya suara tipe-tipe ballad abis model K.Will, tapi nggak lebay. Dia selalu sukses bawain lagu-lagu model sedih begini.Sebenarnya si lagu ini justru bermaksud semacam, "gue selalu inget setiap kejadian yang sama elo, lhooo. Dan gue suka, bersyukur masih bersama lo sampai sekarang".

Ini kayaknya gue yang lebay. Sumpah.

Tapi musiknya itu keren aja buat didengar. Apalagi kalau kalian menyempatkan diri untuk nonton drama korea nya dan di episode dimana lagu ini diputar pada saat si Cheon Song Yi dan Doo Min Joon lagi di area bersalju gitu deh, itu so sweet banget tapi terdengar sedih.
Unik.
Silahkan dicari lagunya.

***

Oke. Untuk sementara 15 lagu ini dulu lah yaaa. Sebenernya masih banyak lagi, tapi, tapi nanti malah kebanyakan dan kalian yang baca malah jadi ogah baca blog gue.
Bwahahaha.

Cus, yang mau donlot, silahkeun.
See Ya!

Sunday, March 16, 2014

Hei Para "Mantan"!!! Who Do You Think You Areeeee???

"Runnin' 'round leaving scars
Collecting your jar of hearts
Tearing love apart..."


Eeeeh, nggak. Bukan itu niat tulisannya. Itu sih lagunya si Christina Perri dengan judul yang cukup nyeleneh. Setoples Hati. 
Dangdut bener ya? Untung ga ada versi Indonesianya. Kalau ga, udah bubar dan karir keartisan si penyanyi langsung mati seketika.

Tapi gue nulis ini karena rakyat Indonesia itu unik. Dikala panas-panasnya sama perpolitikan menjelang pemilu, ternyata sejalan juga sama panasnya hati para mantan yang "ditinggalkan". Berita di Indonesia itu kadang bikin gue miris sekaligus ketawa. Bayangin aja, berita pertama tentang partai ini telah menentukan calon presidennya, berita kedua tentang artis itu memutuskan tidak menggunakan nama keluarganya lagi, berita ketiga Indonesia bantu negara tetangga dengan ikutan repot banget-banget nyari pesawat ilang dan menggembar-gemborkan beritanya di media dibanding ngurusin provinsinya sendiri yang penuh sama asap, berita keempat mahasiswi ditemukan tewas dibunuh mantannya, berita kelima batita dianiaya oleh tukang ngamen.

Berita macam apa ini? Sedangkan berita tentang prestasi para pemain bulu tangkis di All England kurang diperhatikan. 

#kembali ke topik.

Berhubung judul gue udah terlanjur tentang per-mantan-an itu, gue emang mau bahas tentang berita si mantan yang rela membunuh cewek tak berdaya yang pernah berbagi kasih dan sayang itu. Lebay bahasanya ya? Maklumkan saja lah ya.

Gue ga tau juga sih masalah mantan, me-mantan-i, di-mantan-kan, me-mantan-kan, dan prefiks, sufiks lainnya yang bisa dimasukin dengan kata dasar "mantan", tapi buat gue orang yang ngebunuh dengan situasi dan kondisi begitu termasuk orang-orang yang biadab.
Kasar ya? Bodo amat.

Secara ya begini ya. Kalau orang yang emang punya prinsip "pacaran" ya konsekuensi dong harus ngadepin beberapa siklus hidup "pacaran" sebagai berikut.

1. Kenalan - Temenan/Kakak-adek-an - Pacaran - Putus - Jadi orang asing
Putus pun juga bisa jadi emang "kita nggak sejalan lagi", udah beneran enek, atau punya gebetan baru.

2. Kenalan - Temenan/Kakak-adek-an - Pacaran - Putus - Temenan

3. Kenalan - Temenan/Kakak-adek-an - Pacaran - Putus - Temenan - Pacaran Lagi

4. Kenalan - Temenan/Kakak-adek-an - Pacaran - Beneran Nikah - Cerai

5. Kenalan - Temenan/Kakak-adek-an - Pacaran - Beneran Nikah sampai maut memisahkan mereka (aiiiih mateeee)

Nah, putus bisa karena hal yang tadi gue sebutin, kan? Kalau emang udah ga "doyan" masa mau dipaksain. Kalau cuma diputusin secara sepihak, galau sih galau, usaha lagi bisa kan? Toh janur kuning belum melengkung, belum ada tenda biru pula.

Terus kenapa jadi dendam heiiiiiiiii??? Dia juga belum bakalan yang jadi pendamping hidup lo nantiii!! Kenal boroknya dia juga belum tentu. Pas pacaran mah jaim. Lo juga ga bakalan tau boroknya apaan. Kali aja ternyata kentutnya gede banget bau pula, kalau makan aslinya kayak kuli, tidur kayak kebo, lo ga tau kaaaannn? Makanya jangan sok-sok-an udah tau segalanya tentang pacar lo.
Lantas kalo putus lo harus dendam, gitu? Padahal saling mengenal aja juga belum ampun-ampunan.

Dan diberita yang sekarang lagi tenar banget ngalahin beritanya Dewi Perssik untuk sementara ini, mereka itu masih mahasiswa, bau jahe (berhubung umurnya masih 19an, bau kencur kayaknya buat umur menuju 17an), beda agama #no offense sih#, baru kuliah semester 3, laganya kayak don juan sakit hati ditolak putri kerajaan. Ini pula pacarnya yang sekarang (SI MANTAN UDAH PUNYA PACAR LAGI), ikutan sok-sok asik mendendam (lo pikir lagunya Marcell?).

Dan yang mengecewakan lagi, namamu bagus, dek (deuh adeeek). Serius. Namamu bagus, yang jadi pacarmu sekarang pun juga namanya bagus. Tapi doa dari namanya seakan-akan mental semua cuma gara-gara "cinta".

Hellooooo... Mau jadi apa bangsa ini? Indonesia butuh generasi muda yang berkualitas, bukan yang cuma diputusin (apalagi yang mutusin ceweknya), sedihnya ampun-ampunan. Cowok macam apa kau? Kalah tegar sama Tegar yang dari pengamen bisa jadi artis itu. Gimana kalau ada situasi, Indonesia dapat ultimatum mau di agresi militerkan oleh Amerika, terus lo semisalnya jadi Menteri Luar Negeri (ga usah lah jadi presiden dulu), disaat yang bersamaan, calon istrimu (yang masih jadi pacar) minta putus dan gagal kawin, lantas lo mau apaaaa?

Ngeraung-raung nggak jelas, garuk-garukin tembok padahal dalam 2x24 jam Amerika akan menyerang, atau langsung memilih kerumah si pacar sambil kayang dan teriak "Sayaaaaang aku masih butuh kamuuuu" dan si pacar ga peduli sama atraksi lo lantas lo langsung nyesek, dendam, dan berpikiran sempit, "Kampreeeet!!! Lo pikir lo siapa? Situ cantiiiik? Situ okeee? Lo gak tau gue diem-diem suka liat lo lagi ngupil sambil ngumpet-ngumpet! Disgusting, you knoooowww?? Gue akan beritahukan Amerika, supaya titik pusat pembombardiran adalah rumah mantan gue. MANTAN GUE!"

Tragis ya? Semoga aja skenario tadi ga ada.

Masih banyak sih yang muncul dipikiran gue sama berita itu. Oke, si cowok putus, toh dia sekarang juga udah punya cewek lagi kan? Ngapain masih pengen balikan? Kalaupun pengen balikan, ngapain masih pacaran sama pacar yang baru? Kecil-kecil udah berencana poligami. Nanti aja heiiii. Dikira mantanmu mau jadi yang ketigaaaa?
Bisa jadi sih kalau dia nya mau. 
Tapi malah jadi korban.
Kalau gue sih ga mau. Gue mau jadi yang pertama dan terakhir aja.
#eh

Dan si mantan ini kan diputusin juga karena emang dinilai "kasar". Hellooooo, cewek mana yang mau dikasarin? Ibu bapaknya aja belum tentu pernah ngasarin dia, lah ini yang masih belum jelas akhir nya bakalan jadi suami apa kagak aja udah berani kasar. 
Cowok macam apa lau?
Emosi ya gue?
Bodo ah.

Dan sekarang ada berita lagi, cewek seumuran adek gue (ga se-adek gue juga sih), dikeroyok sama mantan nya juga. Katanya sih, si mantannya pengen ngeroyokin yang jadi pacarnya dia sekarang, tapi malah si cewek yang ikut-ikutan kena.
Ah, KALIAN ITU MASIH KECIL. SEUMURAN LO AJA GUE GA KEPIKIRAN TUH BUAT BUNUH-BUNUHAN.
Alhamdulillah nya begitu.
Gila ya anak zaman sekarang, cuma masalah cinta yang belum juga pasti bakalan jadi jodohnya nanti sampai berani ngilangin nyawa orang. 
Pantaskah "cinta yang belum jelas" kalian disamakan sama nyawa?
*asik mario bross*

Berpikirlah jauh ke depan. Galau boleh, TAPI GA GITU JUGA KALI.
Umur kalian itu udah bisa dibilang nggak kayak anak kecil lagi lho. Bisa bedain mana yang baik mana yang benar. Malu bangsa ini punya rakyat macem kalian.
Kasian gue sama pejuang kemerdekaan Indonesia. Para pahlawan yang berjuang buat bikin negara Indonesia supaya bisa jadi bangsa yang besar, luar biasa, hebat, tapi zaman sekarang generasi mudanya aja dikit-dikit biar tenar lagi cari sensasi, dikit-dikit sok pencitraan biar dibilang "berhati mulia" padahal mah bisa jadi busuknya minta ampun, sakit hati secuil dikit aja (belum disakit hati-in sama penjajah) mainannya langsung nyawa. Ngana pikir mantanmu itu musuh layaknya penjajah???

Sudahlah.

Buat para wanita, berhubung gue wanita juga. Plis, gue nggak nganjurin buat pacaran. Sama sekali nggak. Malah kalau bisa jangan. Nanti aja kalau udah ada yang serius, nikah, baru puas-puasin pacaran. Tapi kalau masih ngotot mau pacaran, yaaa silahkan, tapi tetap jadilah wanita yang cerdas. Jangan mau diperbudak cinta, apalagi sama pria. Galau ga dilarang, tapi tetaplah cerdas. "Cinta yang belum jelas" itu masih absurd kan? Jadi jangan sok-sok-an berasa bakalan "jadi" deh. 
Dan untuk pria, sayangilah wanita yang kamu sayangi seperti kamu menyayangi ibu dan saudara-saudara perempuanmu. 
*asik, bukan mario bross kok*

Mending kalau emang sama-sama berharap dan sayang, lebih baik dua-dua nya mau sama-sama berusaha, dengan jalan yang baik pula, sama-sama berdoa semoga beneran berhasil "bersama" sampai garis finish kehidupan, bukannya dengan kekerasan.
Lo pikir pacar lo itu tukang jambret yang bisa lo gebukin kalo salah?

Sekian.
Wassalam.

#haha

Tuesday, November 26, 2013

Hal-Hal yang Perlu Dilakukan Biar (Sedikit atau Banyak) Nyaman di Kereta Api (Khusus Kereta Rute Jabodetabek)

Agak sampah ya judulnya?
Nggak apa-apa lah. Emang maksud tulisan ini nantinya begitu.

Oke, pertama, gue mau mengingatkan kembali, jangan sekali-kali harap mendapatkan info baik atau penting dari tulisan-tulisan gue (kecuali yang gue label-in "Recommended"), karena isinya sesungguhnya nggak guna semua.

Kedua, yaaa kalau setuju sama tulisan ini sih itu tanggung jawab kalian sendiri. Gue nggak mau ikut campur.

Baiklah, 
Topiknya adalah KERETA API (rute Jabodetabek) yang wow keren sekali dahsyatnya luar biasa kalo lo naik-in di pagi hari dan sore hari (terlebih di hari kerja). Lo boleh merasakan kemahadahsyatannya biar jadi pengalaman dalam hidup.

Itu BUKAN pujian heeeeeiiii!
Itu justru NYINDIR abis!

Kadang emang bikin emosi, dan pagi ini pun pas gue diam-diam nulis tulisan sampah ini pun di jam kerja #eh emosi gue lagi nggak terkontrol gara-gara naik kereta.
Yaaa, kadang tingkah orang suka bikin nggak nyaman orang lain, sedangkan dia pengen dirinya merasa nyaman. (apasih bahasanya? Ribet amat lu).

Nih ya, gue sih pengennya kita sama-sama belajar aja. Belajar buat menghargai orang lain biar bisa saling ngerasa nyaman. Nggak ada ruginya kan?
Check this out.

1. Kalau mau masuk kereta, Persilahkan yang mau turun DULUAN baru lo masuk + Nggak usah rebutan!

Lo pikir lagi rebutan tiket yang terbatas nonton konser artis paling kece sedunia apa? Plis, ini cuma masuk ke suatu ruangan yang dinamakan "gerbong" dan nanti nya dalam beberapa menit bahkan jam yang lo lakuin cuma diam entah berdiri atau syukur-syukur dapat duduk sampai lo turun di tempat tujuan.

Ini kereta belum juga berhenti, beuuh sikut-sikutannya udah dimulai. Ibarat kata berantemnya udah mulai saat pra-pertandingan. Bapak-bapak nggak mau kalah, yang ibu-ibu juga lebih lagi nggak mau kalah. Gembel.
Gue tau sih, semua juga pengen dapet tempat duduk, tapi nggak gitu juga kali. Kayak bocah mau rebutan lagi main gobak sodor.

Faktanya, kaum wanita (ibu-ibu) jauh lebih parah (riset sendiri sih) dan jauh lebih egois (riset sendiri juga ini, belum diuji di IPB dan ITB, HAHAHA) dibanding kaum pria. Malah gue pernah ngeliat ada ibu-ibu sampai pukul-pukulan pas udah masuk di dalam kereta akibat dorong-dorongan sebelumnya.

Rekonstruksi nya begini:

(Orang-orang) : Rebutan masuk
(Pintu kereta ditutup) : GEBUK!
Gue (dalam hati) : Apaan tuh? Orang nabrak pintu kereta yang udah ketutup ya?
Semua mata penumpang memandang ke salah seorang ibu-ibu, gue ikutan liat.
Si Ibu-ibu gahar : Ga usah dorong gue kali. Lo kira nggak sakit?
Yang dipukul : Yaudah sih bu, kayak ibu nggak dorong-dorongan juga aja. 
Gue (dalam hati) : Ngekek.

Apaan sih bu? Nggak penting banget lo. Maksud gue, yaa nggak penting aja sampai gebuk badan orang dan ngejulek kepala itu korban dengan suara gebukan kayak lagi gebuk kasur ngilangin debu dan itu cuma karena rebutan masuk gerbong kereta. Kalo lo dijorokin gara-gara lagi rebutan permata sih masih bagusan sedikit kondisinya.

Yeah, nggak asik banget tuh ibu.

Atau kalo misalkan posisi berdirinya lagi pas banget di depan orang yang lagi duduk, orang yang dibelakang tetep aja nafsu buat ngedorong badan gue ke depan. Berasa gue lagi latihan push up di tembok, men. Ditambah posisi kaki yang kanan dan kiri nggak sinkron. Maksudnya, yang kanan disebelah mana, yang kiri napak entah dimana.

Dan kadang (karena gue lebih sering menghabiskan waktu naik kereta api gue di gerbong kereta khusus wanita) sekalipun udah penuh amit-amit gila, para wanita keukeuh banget ngedesek membabi buta. Gue rasa sih sesungguhnya bisa lihat kan kanan-kiri orang masih ada space kosong apa nggak? Kalo emang udah dempet-dempetan, ntar ngomel-ngomel deh bilang "geser dikit dong mbak". Hellooooo, lo kira samping gue masih seluas lapangan bola? 

So, saling pengertian aja lah. Kita sama-sama saling belajar.

2. Nggak usah LEMAH! Kalau masih ada space buat pegangan, PEGANGAN!

Ini nih. Udah tau kebagiannya berdiri, dempet-dempetan amit-amit, yaa kalau masih ada sisa pegangan nggak ada salahnya dipake kan? Kecuali kalo lo percaya diri untuk tidak mungkin badan lo DOYONG ke kanan atau ke kiri.

Yang gue lihat kadang asyik aja mainin hp canggih mereka, tablet, gadget-gadget mereka, dan giliran kereta agak ngerem-ngerem dikit, beeuuuuh, menjatuhkan badannya kayak disengaja banget. Lo kira lo lagi moshing apa? 

Nggak ada salahnya sih kalo mainin gadget daripada bengong nggak jelas dan menghabiskan sisa hidup didunia beberapa menit hanya untuk itu, tapi setidaknya tangan lo ada 2 kan? Bisa kali yang 1 nya buat pegangan? 
Emang pegangan cuma digunain pas pacaran doang? #eh
(Suer gue nggak pacaran!)

Lagaknya kayak lemah selemah-lemah nya orang kayak udah tua renta serenta-rentanya renta. 

Oh my god. Bahasa lo, Del.

Malah ga jarang, udah desek-desekan, sebagai pengganti pengangan, para wanita justru seakan-akan sengaja menjadikan yg dibelakangnya (kalo posisi berdirinya beda arah) sebagai sandaran.
Letto kali Sandaran Hati.
Hahaha.

Woiii, gue bukan tembok kali yang bisa lo sandar kayak poster sinetron Liontin nya Naysila Mirdad! -_-"
Sedangkan si pelaku justru asyik mainin gadgetnya. 

3. Bisakah anda tidak duduk pakai kursi lipat?

Sebenarnya kalau orang yang paham banget-banget nggak akan ngelakuin kayak begitu. Lah udah ada peringatannya dalam bentuk gambar kok 

Nih, gue nemu di Bos Gugel.


Tuh, diurutan pertama pula. 

Nggak tau, gue juga amat sangat ingin duduk tapi kalau melihat orang-orang yang duduk dengan kursi kebanggaaan yang biasa mereka tenteng-tenteng itu, entah mengapa rasanya justru pengen banget gue tendang atau sengaja gue desek badannya yang lagi duduk pake kaki gue.

Bukan kejam, tapi plis, lo itu justru yang ngabisin tempat lowong yang seharusnya bisa dipake buat berdiri 2-3 orang! Kalo lagi sakit sih nggak apa-apa deh masih diwajarkan. 

Ini malah gue pernah nemuin, satu geng duduk pake gituan, ngekek-ngekekan, ketawa-ketiwi nggak jelas. Yeuuuh, lo kira ini tempat kongkow-kongkow?

Hal yang sejenis dan pernah gue temuin adalah,
Segerombolan duduk dilantai dan pakai alas koran. Bahkan sambil bagi-bagi makanan.
Heeeeh, lo kira ini taman bermain buat piknik? -_-'

Gue juga pernah menemukan, ibu-ibu, yaaa bawa gembolan gede macem kayak pengembara, naik di gerbing khusus wanita yang emang sih pas waktu itu rada sepi sekalipun dia nggak dapet duduk. Tapi coba tebak apa yang dilakuin dia?
Dengan santainya dia buka gembolan yang dia bawa yang ternyata isinya adalah BANTAL.
Iya BANTAL. Dan dia tidur dong di lantai kereta.
Mungkin dia berhalusinasi kalau gerbong kereta itu adalah salah satu kamar hotel. -_-'

Ah kelakuan orang Indonesia (khususnya Jabodetabek dalam kasus ini) emang rada-rada ya.

4. Kalau yang rambutnya panjang, bisa kali dikuncir.

Kalau perlu dikuncirnya model cepol. Tau kan cepol kayak apa?
Iyalah. Gimana rasanya ketika lo berdiri dibelakang orang yang rambutnya panjang tergerai, dimana kondisi dempet-dempetan, dan rambut si pelaku berkibar-kibar dengan santainya.
Sorriii, tapi ini bukan tempat dimana lo mau syuting iklan sampo.

Selain berkibar-kibar, kadang kalau rambut panjang tergerai itu agak mempersulit mobilisasi anggota badan korban dibelakangnya. Tangan nyangkut lah keselpi rambut si pelaku, kadang kena muka korban itu rambut.
Menyusahkan, you know?

Dan lebih penting lagi, plis. Keramas lah.

Semoga paham.

5. Ini Commuter Line, bukan Ekonomi. So, plis jangan JUALAN.

Gue tau kalau ngejar kereta buat kerja pagi-pagi itu kemungkinan nggak sempat sarapan peluangnya gede banget. Tapiiiii, eh plis juga kali, jangan buka lapak jualan lo di kereta Commuter Line.
Ibarat kata, kamar hotel dijadiin pasar. Mau lo?

Maksud gue gini, ini kan ber-AC plus ditambah yang namanya pagi-pagi itu orang tumplek-tumplekan semaunya, eh kalau ditambah elu jualan, lo itu makan tempat buat orang berdiri! Ditambah lagi, segerombol orang yang menjadi pelaku pembeli jualan lo, sama aja bego nya. Bukan kejam ngatain orang bego, tapi gue rasa orang yang "punya otak" juga paham kalau ada larangan dilarang makan dan minum di tempelan yang tadi gue kasih liat gambarnya.

Bukan ngelarang buat makan dan minum, kalau jualan lo dan makan-minum lo berceceran gimana? Bukan nggak mungkin kan? Lo kira ini Kelas Ekonomi? Ditambah ngekek-ngekekan nggak jelas. Bercanda ala anak remaja yang gebuk-gebukan. Plis, keluar aja lo dari situ.

Inilah budaya orang Indonesia, dibuat senyaman mungkin dengan Commuter Line, tapi kebudayaan Kelas Ekonomi nya tetep aja dipertahankan.
Itulah yang biasa gue anggap sebagai orang-orang "norak".

6. Jaga Ketenangan.

Yaaa, udah gue singgung sih sebelumnya. Gue udah hapal jadwal kereta, rute jakarta kota di gerbong no 3 paling ujung akhir, yang nyampe di tempat gue sekitar jam 6 lewat dikit, ada segerombolan orang norak, kampung, dan nggak penting disana.
Entah jadwalnya udah berubah atau nggak kayak jadwal siaran tivi, tapi alhasil itu bikin gue NGGAK AKAN lagi buat naik kereta di gerbong umum.

Bukan bermaksud sadis ngatain begitu, tapi tingkahnya emang bar-bar naudzubillah. Bercanda dorongan, gebuk-gebukan, omongan suara nya kenceng banget berasa pakai toa, dan bahasa yang digunain nggak ada yang masuk dalam kamus bahasa Indonesia, alias kacau abis, nggak sopan sangat.

Nggak cuma itu sih, kadang juga gue nemuin geng anak-anak alay, atau geng cewek-cewek lenjeh yang asyik aja cekakak-cekikikan nggak jelas dengan suara kayak pakai sound system, ngejerit-jerit lenjeh nggak karuan. Nggak penting banget sih.

Sekali lagi, lo udah dikasih kenyamanan dengan dihilangkan Ekonomi dan diganti seluruhnya dengan Commuter Line, plis, jangan bawa kebiasaan amburadul Ekonomi lo disana!

7. Utamakan yang memang membutuhkan tempat duduk

Sekali lagi, siapa sih yang nggak mau duduk dalam perjalanan kemana pun itu? Tapi kalau situasinya didepan lo atau di deket lo ada ibu-ibu hamil atau ibu dengan gendong anak yang masih bayi (gue lebih mengutamakan yang bayi ya dibanding yang udah bocahan dikit) apa lo ga ada tega sedikit pun? Ibu hamil itu bawa nyawa satu lagi lho, sama juga kayak ibu bawa bayi. Kalau kebalikan kita yang jadi mereka dan nggak dikasih duduk, apa lo suka digituin?

Gue pernah nemuin lagi, ibu-ibu padahal mah masih seger buger malah, asyik lagi baca koran di tengah lautan orang. Mungkin saking intelek banget kali tuh ibu. Petugas kereta udah minta dengan baik-baik karena kursi prioritas udah penuh dengan orang yang juga butuh dan kebetulan posisi duduk ibu itu deket sama pintu kereta dan 3 orang disebelahnya sebelumnya udah mengalah untuk berdiri memberikan tempat duduknya untuk ibu hamil lainnya, lo tau tanggapan nya dia apa?

Ibu-ibu egios : "Emang ga ada tempat lagi apa? Nggak ada yang mau ngalah lagi apa?
Petugas Kereta : "Nggak ada bu. Prioritas udah penuh. Saya sih nanyain sama yang ikhlas aja, Kalau ibu nggak mau dan nggak ikhlas juga nggak apa-apa, saya minta ke yang lain yang ikhlas aja."
Ibu-ibu egois : "Mintain tuh sama yang lain, saya nggak pernah dapet duduk, Saya jauh nih turunnya, yang biasa dapet duduk juga nggak pernah mau gantian sama yang berdiri. Nggak mau saya."
Petugas Kereta : "Saya cari yang ikhlas aja bu. Kalau ibu nggak ikhlas juga nggak apa-apa."

Gue suka sama petugas keretanya, dia ngomong gitu tanpa intonasi takut-takut tapi justru TEGAS abis. Dan ibu itu sukses buat gue muak sama tingkahnya.

Ah bu, gue yakin anda seorang perempuan yang PERNAH ngerasain itu, kenapa nggak ada rasa iba sama sekai sih? Sebegitu lelahnya kah ibu berdiri dan ngelampiasin dendam dengan cara begitu?

Semoga ngerti.

8. Last but not Least, Jangan buang sampah sembarangan.

Gue paling nggak suka banget liat orang buang sampah sembarangan. Bukan sok suci, tapi entah kenapa jengah aja. Waktu zaman Ekonomi aja liat pedagang seliweran dan penumpang yang makan terus buang sampah sembarangan terus muncul tukang-tukang yang bersihin sambil narik-narik baju penumpang buat minta duit aja gue jengah mampus. Apalagi di Commuter Line.

Yaaa, ibarat kata, tempat mewah lo (dengan perbandingan Kelas Ekonomi ya) dikotori dengan tidak senonoh dan serampangan gitu, enak ga sih liatnya?
Kalau yang tingkat nggak peduli dan peka nya rendah sih paling jawabnya "biasa aja tuh".
Gue pernah liat, padahal situasi lagi nggak penuh-penuh amat, ibu-ibu dengan santainya buang tisu bekas ngelap keringatnya dia ke lantai kereta.

Haha. Kampung banget lo bu.

Seriusan. Gue nggak suka banget tingkah kayak begitu. Gue juga terkadang bar-bar tapi entah kenapa dalam situasi dan kondisi kayak gitu nggak banget aja dimata gue.

Gue juga sering liat anak kecil kalau dibawa sama orang tua nya buang bungkusan makanan di kereta, orang makan permen karet ngelepeh nya di lantai kereta, itu tukang jualan yang gue sebutin sebelumnya beserta para pembeli setianya meninggalkan jejak kekotoran hasil perbuatannya dengan berceceran air (kayaknya bekas minuman mereka) dan bekas makanan kayak daun lontong, plastik gorengan, dan kawan-kawan di lantai kereta. 

Aiiih, bisa kali bersikap dewasa. Lo minta nyaman, tapi lo sendiri yang tanpa sadar menghilangkan "kenyamanan" itu.

***

Itu baru sekian dari banyaknya (yang gue rasa), hal-hal yang sebenarnya bisa banget buat Commuter Line itu jadi alternatif alat transportasi nyaman di Indonesia. Harganya terjangkau lho padahal. Udah dimurahin abis-abisan. Lo dari Bogor ke Jakarta Kota aja cuma ngehabisin ongkos 5000 naik kereta dalam waktu tempuh kurang lebih 2 jam dibanding lo pakai angkutan darat jenis lain apapun. Tapi sayangnya tingkah orang-orangnya lah yang entah bahasa apa yang bagus ya? Nggak tahu diri kayaknya cocok deh, yang bikin semua itu jadi NGGAK NYAMAN sama sekali.

Yaaa, kita sama-sama belajar lah. Gue juga terkadang masih bar-bar juga didalam kereta, tapi sebenarnya kalau saling bisa ngerti satu sama lain sih yaaa akan sangat bisa jadi lebih nyaman untuk dirasain.

So, Ayo belajar untuk saling peka sama keadaan sekitar anda ya. :)